Selasa, 08 November 2011
INDAHNYA SURGA
Surga adalah sebuah tempat yang akan dimasuki oleh orang-orang beriman bertaqwa dan mau beramal shalih, serta merupakan tempat bagi orang-orang yang dikaruniai oleh Allah. Dari kalangan para Nabi, Shiddiqin, Syuhada” dan orang-orang shali sebagai balasan kemudian di kampung akhirat Surga adalah cita-cita yang sangat mulia yang membuat mata terpesona melihat taman-tamannya, yang dirindukan oleh setiap manusia disetiap tempat dan zaman. Sesungguhnya Surga itu adalah cita-cita yang paling agung bagi seorang mukmin. Memasukinya dan hidup di dalamnya adalah sebuah sebuah harapan yang selalu dipikirkannya sepanjang umurnya, sehingga Surga membuat seseorang segera menuju kebaikan dan kebenaran walaupun di dalam perjalanan menujunya dipenuhi bahaya, kesulitan, pengorbanan, dan penuh duri, bahkan kematian.
Sehingga dengan semangat menggapai Surga inilah ada sebuah kisah dari Abu Musa al-Asy’ari yang ketika itu berhadapan dengan musuh dalam peperangan, dia berkata, Rasulullah bersabda :
“sesungguhnya pintu – pintu Surga berada dibawah kilatan pedang.” Mendengar itu, “Wahai Abu Musa! Apakah engkau mendengar Rasulullah mengatakannya.”Abu Musa menjawab: “Ya”. Serta orang itu kembali kepada teman-temannya dan berkata:”Saya menyampaikan salam kepada kalian.” Kemudian, dia merobek sarung pedangnya lalu menebaskannya kea rah musuhnya hingga dia terbunuh..”
Ayat – ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang Surga.
Allah SWT telah menjelaskan tentang keadaan Surga didalam kitab-Nya dengan keterangan yang nyata sehingga seakan-akan terkihat di depan mata. Penjelasan tentang Surga itu tidak hanya terdapat dalam satu Al-Quran saja, bahkan sangat banyak surat didalam Al-Quran yang berisi berita tentang Surga, diantaranya : “Sesungguhnya orang – orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman , (yaitu) di dalam taman – taman dan mata air –mata air ; mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) mereka berhadap – hadapan. Dan Kami berikan kepad mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran)”. (QS. Ad – Dukhan : 51-55)
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih kedalam Surga – Surga yang dibawahnya mengalir ssungai – sungai. Di Surga itu mereka di beri perhiasan dengan gelang – gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” ( QS. Al-Hajj no. 23 )
“Sesungguhnya orang – orang yang bertaqwa itu didalam taman – taman dan di sungai – sungai, ditempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Perkasa.” ( QS. Al-Qomar : 54-55)
Hadist – hadist shahih yang menjelaskan tentang Surga.
Ketahuilah, wahai, hamba Allah, bahwa Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan tentang sifat Surga yang dijanjikan Allah kepad orang – orang yang bertaqwa dengan keterangan yang mendalam, detail dan gamblang. Keterangan ini membuat tenteram (hati) orang – orang yang beriman. Orang – orang yang shalih merasakan kenikmatan dengan mengetahuinya, dan orang – orang yang bertaubat merasakan kesenangan dengan mengingatnya.
1. Orang yang pertama kali masuk Surga
Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Pada hari kiamat nanti aku akan mendatangi pintu Surga, kemudian aku meminta agar dibukakan (pintunya). Maka penjaga bertanya “Siapa anda?”Aku menjawab : ”Muhammad.” Selanjutnya dia berkata:”hanya untukmu aku diperintahkan agar membuka pitu ini dan dilarang bagi seorangpun sebelummu.”” (HR.Muslimno.188 )
Dari hudzaifah Radhiallahu”anha, ai berkata bahwa Rasulullah bersabda “Semua anak Adam berada di bawah benderaku pada hari kiamat, dan aku orang pertama yang dibukakan pintu Surga” (Shahiihul Jaami’ no. 6995)
2. Sifat rombongan pertama yang masuk Surga
Dari sahabat Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang pertama kali masuk Surga dalam keadaan bagaikan bulan dimalam purnama. Orang yang masuk setelah mereka bagaikan bintang yang sangat terang di langit yang cerah. Mereka tidak buang air besar, tidak beringus, dan tidak meludah. Sisir mereka terbuat dari emas. Keringat mereka adalah minyak kesturi. Tempat Bukhur (pewangi ruangan dan tubuh) mereka adalah batang kayu gaharu. Isteri -isteri mereka semuanya para bidadari. Bentuk tubuh bapak mereka, Adam; tingginya enam puluh hasta di langit.” (Muttafaq “alaih,{al-Bukhari no. 3327 dan Muslim no.2834})
3. Pintu – pintu Surga
Dari sahabat Sahl Sa”ad, ia berkata Rasulullah bersabda:”Di dalam Surga ada delapan pintu, diantaranya Surga ada yang bernama “Ar-Rayyan”. Pintu itu tidak dimasuki, kecuali hanya oleh orang – orang yang berpuasa.” (HR.Al-Bukhari no. 3257)
4. Tidak ada kematian dalam Surga
Dari Sahabat Abu’ Sa’id dan abu hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah bersabda : “jika penduduk Surga sudah masuk ke Surga, maka ada yang berseru :
“Sesungguhnya kalian akan tetap hidup dan tidak akan mati. Kalian akan tetap sehat dan tidak akan sakit. Kalian akan tetap muda dan tidak akan tua. Kalian juga akan selalu hidup senang dan tidak akan mendapat kesusahan,” (HR. Muslim no. 2837. Diriwayatkan juga oleh Ahmad no. 11905, at-Tirmidzi no. 3246.)
5. Kedudukan Penghuni Surga dan Tingkatan-tingkatan Surga
Dari Sahabat Abu Hurairah,ia berkata,Rasulullah bersabda:”Siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat dan berpuasa Ramadhan, maka wajib bagi Allah untuk memasukkannya ke Surga, baik dia berhijrah di jalan Allah atau tetap tingal di tanah airnya.” Para Sahabat berkata : “Wahai, Rasulullah, bolehkah kita memberitahukan ini kepada orang banyak?”Beliau bersabda :”Sesungguhnya di Surga ada seratus tingkatan yang telah disediakan oleh Allah bagi para Mijahiddin fii Sabilillah. Setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kalian memohon kepada Allah,mohonlah Surga “Firdaus”yang tinggi. Karena Surga dan paling atas. Dan diatasnya terdapat “Arsy ar-Rahman. Dari sana sungai-sungai Surga mengalir.” (HR. Al-Bukhari no.7423,lihat juga Shahiilil Jaami’ no. 7873)
6. Sifat-sifat Penduduk Surga
Dari Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda:”Penghuni Surga akan masuk Surga dengan tubuh dan wajah yang tidak berbulu, dan bercelak,mereka berumur 30 tahun atau 33 tahun.”(Shahiihul Jaami’ no. 7924)
7. Wanita-Wanita Penduduk Surga
Dari Anas bin Malik,ia berkata,Rasulullah bersabda:”…Kalaulah seorang wanita penduduk Surga menampakkan dirinya kepada penduduk dunia,niscaya dia akan menerangi antara keduanya dan bumi akan penuh dengan wewangian. Dan sungguh, penutup kepalanya lebih baik daripada dunia dan sisinya.” (HR.Al-Bukhari)
8. Makanan dan minuman penghuni Surga
Dari Muwiyyah bin Haidah, ia berkata, Rasulullah bersabda : “sesungguhnya di Surga ada lautan air, lautan madu, lautan susu, lautan khamr, kemudian darinya sungai – sungai mengalir.” (Shahiihul Jaami’ no. 2118)
9. Pemandangan di Surga
Di Surga ada kenikmatan yang abadi,kebaikan yang merata,dan rahmat dari Allah yang begitu luasnya. Disana ada dipan-dipan tinggi yang terlihat bersih dan suci. Ada gelas-gelas berasal dari emas yang tertata rapi yang disediakan untuk minum,tidak perlu diminta dan dipersiapkan. Ada bantal-bantal dan tilam-tilam untuk bertelekan di waktu bersantai. Di sana sini terhampar karpet-karpet sajadah-sajadah untuk perhiasan dan duduk bersuka ria.Kemahnya yang terbuat dari mutiar,istanya terbut dari emas,hingga pohon yang tumbuh di Surga pun terbuat dari emas.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda : “Tidak ada sebuah pohonpun di Surga, melainksn batangnya dari emas.” (Shahiihul Jaami’ no. 2118)
Ketahuilah, wahai, hamba Allah,bahwa penghuni Surga adalah orang – orang yang merasa takut kepad Allah. Rasa takut yang mendorong kepada kebaikan dan mencegah dari setiap penyimpangan. Rasa takut inilah yang membuat ibadah dan amal menjadi ikhlas, bersih dari noda riya’ dan syirik dari segala bentuknya.
Para penduduk Surga adalah orang – orang yang bertaqwa, takut, lagi waspada. Allah tidak akan menggabungkan dua rasa takut pada satu jiwa, yakni merasa takut kepada-Nya di dunia dan merasa takut kepada-Nya di hari kiamat
Oleh karena itu, siapa yang takut kepada-Nya di dunia, niscaya Allah akan memberikan rasa aman kepadanya di akhirat. Dan bersamaan rasa aman, juga diberikan rasa dekat dan pemuliaan.
Itulah Surga, rambu-rambunya nyata lagi jelas, dan inilah jalannya mudah rata, serta terdapat petunjuk dan penerang disekitarnya. Sekarang, kita akan menuju kesana karena pintu Surga (selalu) terbuka bagi orang – orang yang mau menempuhnya.
Inilah jalan-Nya , sebagaimana yang digambarkan Rasulullah dalam sabdanya : “Surga itu dikelilingi oleh hal – hal yang dibenci (manusia), sedangkan Neraka itu dikelilingi oleh hal – hal yang menyenangkan” (Shahiihul Jaami’ no. 3142)
Juga dalam sabda beliau SAW : “Setiap umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang enggan. ” mereka bertanya : “Wahai, Rasulullah, siapa yang enggan?” Beliau bersabda : “barang siapa taat kepadaku, niscaya dia akan masuk Surga, dan barang siapa durhaka kepadaku, berarti dia enggan (masuk Surga).” (HR. Al-Bukhari).
Inilah jalannya para penempuh jalan ke Surga. Hendaklah kita mempersiapkan diri untuk merealisasikannya dan menerapkannya dalam kehidupan. Ini tidak bisa kita laksanakan, kecuali dengan ilmu yang benar yang bersumber dari kitabullah jalla jalaaluh dan sunah Nabi-Nya dan semoga Allah selalu membimbing kita dalam beribadah dan memasukkan kita ke dalam golongan orang – orang ahli Surga, Amiin.
Sehingga dengan semangat menggapai Surga inilah ada sebuah kisah dari Abu Musa al-Asy’ari yang ketika itu berhadapan dengan musuh dalam peperangan, dia berkata, Rasulullah bersabda :
“sesungguhnya pintu – pintu Surga berada dibawah kilatan pedang.” Mendengar itu, “Wahai Abu Musa! Apakah engkau mendengar Rasulullah mengatakannya.”Abu Musa menjawab: “Ya”. Serta orang itu kembali kepada teman-temannya dan berkata:”Saya menyampaikan salam kepada kalian.” Kemudian, dia merobek sarung pedangnya lalu menebaskannya kea rah musuhnya hingga dia terbunuh..”
Ayat – ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang Surga.
Allah SWT telah menjelaskan tentang keadaan Surga didalam kitab-Nya dengan keterangan yang nyata sehingga seakan-akan terkihat di depan mata. Penjelasan tentang Surga itu tidak hanya terdapat dalam satu Al-Quran saja, bahkan sangat banyak surat didalam Al-Quran yang berisi berita tentang Surga, diantaranya : “Sesungguhnya orang – orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman , (yaitu) di dalam taman – taman dan mata air –mata air ; mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) mereka berhadap – hadapan. Dan Kami berikan kepad mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran)”. (QS. Ad – Dukhan : 51-55)
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih kedalam Surga – Surga yang dibawahnya mengalir ssungai – sungai. Di Surga itu mereka di beri perhiasan dengan gelang – gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” ( QS. Al-Hajj no. 23 )
“Sesungguhnya orang – orang yang bertaqwa itu didalam taman – taman dan di sungai – sungai, ditempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Perkasa.” ( QS. Al-Qomar : 54-55)
Hadist – hadist shahih yang menjelaskan tentang Surga.
Ketahuilah, wahai, hamba Allah, bahwa Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan tentang sifat Surga yang dijanjikan Allah kepad orang – orang yang bertaqwa dengan keterangan yang mendalam, detail dan gamblang. Keterangan ini membuat tenteram (hati) orang – orang yang beriman. Orang – orang yang shalih merasakan kenikmatan dengan mengetahuinya, dan orang – orang yang bertaubat merasakan kesenangan dengan mengingatnya.
1. Orang yang pertama kali masuk Surga
Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Pada hari kiamat nanti aku akan mendatangi pintu Surga, kemudian aku meminta agar dibukakan (pintunya). Maka penjaga bertanya “Siapa anda?”Aku menjawab : ”Muhammad.” Selanjutnya dia berkata:”hanya untukmu aku diperintahkan agar membuka pitu ini dan dilarang bagi seorangpun sebelummu.”” (HR.Muslimno.188 )
Dari hudzaifah Radhiallahu”anha, ai berkata bahwa Rasulullah bersabda “Semua anak Adam berada di bawah benderaku pada hari kiamat, dan aku orang pertama yang dibukakan pintu Surga” (Shahiihul Jaami’ no. 6995)
2. Sifat rombongan pertama yang masuk Surga
Dari sahabat Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang pertama kali masuk Surga dalam keadaan bagaikan bulan dimalam purnama. Orang yang masuk setelah mereka bagaikan bintang yang sangat terang di langit yang cerah. Mereka tidak buang air besar, tidak beringus, dan tidak meludah. Sisir mereka terbuat dari emas. Keringat mereka adalah minyak kesturi. Tempat Bukhur (pewangi ruangan dan tubuh) mereka adalah batang kayu gaharu. Isteri -isteri mereka semuanya para bidadari. Bentuk tubuh bapak mereka, Adam; tingginya enam puluh hasta di langit.” (Muttafaq “alaih,{al-Bukhari no. 3327 dan Muslim no.2834})
3. Pintu – pintu Surga
Dari sahabat Sahl Sa”ad, ia berkata Rasulullah bersabda:”Di dalam Surga ada delapan pintu, diantaranya Surga ada yang bernama “Ar-Rayyan”. Pintu itu tidak dimasuki, kecuali hanya oleh orang – orang yang berpuasa.” (HR.Al-Bukhari no. 3257)
4. Tidak ada kematian dalam Surga
Dari Sahabat Abu’ Sa’id dan abu hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah bersabda : “jika penduduk Surga sudah masuk ke Surga, maka ada yang berseru :
“Sesungguhnya kalian akan tetap hidup dan tidak akan mati. Kalian akan tetap sehat dan tidak akan sakit. Kalian akan tetap muda dan tidak akan tua. Kalian juga akan selalu hidup senang dan tidak akan mendapat kesusahan,” (HR. Muslim no. 2837. Diriwayatkan juga oleh Ahmad no. 11905, at-Tirmidzi no. 3246.)
5. Kedudukan Penghuni Surga dan Tingkatan-tingkatan Surga
Dari Sahabat Abu Hurairah,ia berkata,Rasulullah bersabda:”Siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat dan berpuasa Ramadhan, maka wajib bagi Allah untuk memasukkannya ke Surga, baik dia berhijrah di jalan Allah atau tetap tingal di tanah airnya.” Para Sahabat berkata : “Wahai, Rasulullah, bolehkah kita memberitahukan ini kepada orang banyak?”Beliau bersabda :”Sesungguhnya di Surga ada seratus tingkatan yang telah disediakan oleh Allah bagi para Mijahiddin fii Sabilillah. Setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kalian memohon kepada Allah,mohonlah Surga “Firdaus”yang tinggi. Karena Surga dan paling atas. Dan diatasnya terdapat “Arsy ar-Rahman. Dari sana sungai-sungai Surga mengalir.” (HR. Al-Bukhari no.7423,lihat juga Shahiilil Jaami’ no. 7873)
6. Sifat-sifat Penduduk Surga
Dari Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda:”Penghuni Surga akan masuk Surga dengan tubuh dan wajah yang tidak berbulu, dan bercelak,mereka berumur 30 tahun atau 33 tahun.”(Shahiihul Jaami’ no. 7924)
7. Wanita-Wanita Penduduk Surga
Dari Anas bin Malik,ia berkata,Rasulullah bersabda:”…Kalaulah seorang wanita penduduk Surga menampakkan dirinya kepada penduduk dunia,niscaya dia akan menerangi antara keduanya dan bumi akan penuh dengan wewangian. Dan sungguh, penutup kepalanya lebih baik daripada dunia dan sisinya.” (HR.Al-Bukhari)
8. Makanan dan minuman penghuni Surga
Dari Muwiyyah bin Haidah, ia berkata, Rasulullah bersabda : “sesungguhnya di Surga ada lautan air, lautan madu, lautan susu, lautan khamr, kemudian darinya sungai – sungai mengalir.” (Shahiihul Jaami’ no. 2118)
9. Pemandangan di Surga
Di Surga ada kenikmatan yang abadi,kebaikan yang merata,dan rahmat dari Allah yang begitu luasnya. Disana ada dipan-dipan tinggi yang terlihat bersih dan suci. Ada gelas-gelas berasal dari emas yang tertata rapi yang disediakan untuk minum,tidak perlu diminta dan dipersiapkan. Ada bantal-bantal dan tilam-tilam untuk bertelekan di waktu bersantai. Di sana sini terhampar karpet-karpet sajadah-sajadah untuk perhiasan dan duduk bersuka ria.Kemahnya yang terbuat dari mutiar,istanya terbut dari emas,hingga pohon yang tumbuh di Surga pun terbuat dari emas.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda : “Tidak ada sebuah pohonpun di Surga, melainksn batangnya dari emas.” (Shahiihul Jaami’ no. 2118)
Ketahuilah, wahai, hamba Allah,bahwa penghuni Surga adalah orang – orang yang merasa takut kepad Allah. Rasa takut yang mendorong kepada kebaikan dan mencegah dari setiap penyimpangan. Rasa takut inilah yang membuat ibadah dan amal menjadi ikhlas, bersih dari noda riya’ dan syirik dari segala bentuknya.
Para penduduk Surga adalah orang – orang yang bertaqwa, takut, lagi waspada. Allah tidak akan menggabungkan dua rasa takut pada satu jiwa, yakni merasa takut kepada-Nya di dunia dan merasa takut kepada-Nya di hari kiamat
Oleh karena itu, siapa yang takut kepada-Nya di dunia, niscaya Allah akan memberikan rasa aman kepadanya di akhirat. Dan bersamaan rasa aman, juga diberikan rasa dekat dan pemuliaan.
Itulah Surga, rambu-rambunya nyata lagi jelas, dan inilah jalannya mudah rata, serta terdapat petunjuk dan penerang disekitarnya. Sekarang, kita akan menuju kesana karena pintu Surga (selalu) terbuka bagi orang – orang yang mau menempuhnya.
Inilah jalan-Nya , sebagaimana yang digambarkan Rasulullah dalam sabdanya : “Surga itu dikelilingi oleh hal – hal yang dibenci (manusia), sedangkan Neraka itu dikelilingi oleh hal – hal yang menyenangkan” (Shahiihul Jaami’ no. 3142)
Juga dalam sabda beliau SAW : “Setiap umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang enggan. ” mereka bertanya : “Wahai, Rasulullah, siapa yang enggan?” Beliau bersabda : “barang siapa taat kepadaku, niscaya dia akan masuk Surga, dan barang siapa durhaka kepadaku, berarti dia enggan (masuk Surga).” (HR. Al-Bukhari).
Inilah jalannya para penempuh jalan ke Surga. Hendaklah kita mempersiapkan diri untuk merealisasikannya dan menerapkannya dalam kehidupan. Ini tidak bisa kita laksanakan, kecuali dengan ilmu yang benar yang bersumber dari kitabullah jalla jalaaluh dan sunah Nabi-Nya dan semoga Allah selalu membimbing kita dalam beribadah dan memasukkan kita ke dalam golongan orang – orang ahli Surga, Amiin.
WANITA PENGHUNI SURGA
Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.
Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.
Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.
Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.
Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.
Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”
Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.
Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.
Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???
Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”
Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.
Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)
Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.
Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.
Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?
Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.
Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.
Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.
Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.
Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.
Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”
Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.
Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.
Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???
Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”
Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.
Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)
Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.
Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.
Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?
Langganan:
Postingan (Atom)

